Rabu, 21 November 2012

Mendorong Balita Belajar Warna, Ukuran Dan Bentuk

0 komentar
Bunda, sudahkah bunda mendorong balita anda untuk belajar warna, ukuran dan bentuk? Ini merupaka persiapan penting sebelum anak anda memasuki lingkungan sekolah, sebab bukan hanya kesiapan mental si kecil yang diperlukan ketika memasuki lingkungan baru, namun kesiapan kognitifnya juga perlu dibekali.

Belajar Warna, Ukuran, dan Bentuk pada Usia 3 Tahun

Memasuki usia 4 tahun, perkenalkan si kecil dengan kegiatan belajar warna, ukuran dan bentuk sebagai tahap awal sebelum dia benar-benar memasuki lingkungan sekolah. Persiapan pra sekolah akan membuat balita cepat menangkap hal-hal yang baru diajarkan dan membuatnya lebih unggul. Perlu diingat bahwa pada masa balita, perkenalan warna dimulai dengan mengenalkan warna-warna primer seperti merah, kuning, hijau, hitam dan putih. Sedangkan untuk bentuk dimulai dari yang paling sederhana yaitu bulat, persegi, dan segitiga.
Pada usia ini, balita telah mengalami fase perkembangan kognitif yang memadai. Hal itu memungkinkan balita menyerap hal – hal baru disekitarnya termasuk belajar warna, ukuran dan bentuk dengan dengan cepat. Oleh karena itu manfaatkan sebaik mungkin dengan mengajarinya berbagai hal baru sesuai kapasitasnya. Mengajarkan balita tentang hal-hal baru yang penting bagi akademik mereka tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa karakter yang harus diperhatikan agar proses belajar terjadi dengan efektif dan tepat sasaran.
Beberapa karakter balita yang harus diperhatikan dan disesuaikan dengan metode yang digunakan pada proses belajar warna, ukuran dan bentuk adalah:
  • Lincah. Anak pada usia balita sangat lincah dan menikmati proses bermain. Mereka tidak akan pernah diam dan selalu bergerak aktif kesana kemari mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, penting bagi bunda mengajak mereka belajar warna, ukuran dan bentuk sambil beraktifitas.
  • Mudah Bosan. Balita akan rewel jika dia tidak nyaman dengan keadaan sekita, begitu pula jika dia bosan. Ciptakan suasana belajar se-menyenangkan mungkin agar dia menikmati proses tersebut. Atur jangka waktu belajar warna, ukuran dan bentuk yang tidak terlalu lama agar balita tidak bosan.
  • Sangat Aktif. Persiapkan diri bunda untuk menjawab pertanyaan balita. Balita aktif cenderung akan banyak bertanya tentang suatu hal yang ia kerjakan. Berikan jawaban kepada setiap pertanyaannya. Usahakan menggunakan contoh agar dia lebih paham.
  • Bersifat Praktikal. Belajar warna, ukuran dan bentuk tidak hanya bisa dilakukan dengan membaca buku dan menghafal. Ciptakan beberapa aktifitas yang dapat menjadi sarana bermain sekaligus belajar bagi balita.

Tips Mengajarkan Warna, Ukuran dan Bentuk Pada Balita

Setelah memperhatikan karakter-karakter di atas, bunda dapat memulai proses belajar warna, ukuran dan bentuk melalui beberapa aktifitas di bawah ini:
  • Memilih Baju. Libatkan si kecil dalam memilih bajunya setiap hari. Pilih baju si kecil dengan menyebutkan warna padanya. Dengan begitu balita secara tidak langsung akan menyerap dan mengingat jenis-jenis warna dengan sendirinya.
  • Mengelompokkan Mainan. Belajar warna, ukuran dan bentuk juga dapat dilakukan dengan mengelompokkan mainannya. Ajak dia membereskan mainannya dengan membantunya mengelompokkan mainan itu pada kategori warna yang sama, bentuk yang sama atau ukuran yang tidak jauh berbeda.
  • Mewarnai. Selain dapat belajar warna, ukuran dan bentuk, mewarnai dapat melatih sisi kreatif pada anak.

0 komentar:

Posting Komentar